Assalamu’alaikum Sobat Mugaci.

Pada Sabtu (11/4) kemarin di sekolah kita kembali mengadakan Pengajian Rutin Triwulan untuk Guru dan Orang Tua Murid. Dilaksanakan di masjid Al-anbiya, SMK Muhammadiyah 2 Cileungsi dengan tema “Menjaga Diri dan Keluarga dari Siksa Api Neraka” berjalan dengan lancar.

Hadir sebagai pemateri pengajian Ustadz Pudin Saepudin, S.Th.I., M.Pd., beliau Anggota Lembaga Husnul Khotimah PCM Cileungsi sekaligus Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 3 Cileungsi bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIKA).

Berikut ringkasan materi pengajian guru dan orang tua murid SD Mugaci. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi nasihat penting bagi semuanya.

Anak sebagai aset dunia bagi orang tuanya, maka jaga dengan baik anak kita dengan kasih sayang, pendidikan, dan pemeliharaan yang baik. Karena peran orang tua tidak hanya di dunia, tetapi harus bisa mengantarkan anak-anaknya bisa sampai ke syurga-Nya kelak di akhirat.

Kita sebagai muslim harus paham, bahwa keberadaan kita tidak hanya di dunia tetapi juga nanti kehidupan di akhirat. Maka jangan terlena dengan hal-hal duniawi yg bisa menjerumuskan kita dan keluarga kita.

Tiga bekal untuk kelak di akhirat:

  1. Ilmu yang bermanfaat: belajar dimana saja dan kapan saja untuk kebaikan.
  2. Shodaqoh jariyah: infaq, shadaqah, wakaf untuk kemaslahatan dan manfaat untuk banyak orang
  3. Doa anak sholeh: ucapan, tindakan, dan kebiasaan yg mulia

Allah SWT berfirman di dalam QS At-tahrim: 6 tentang perintah untuk menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka, yang dijaga malaikat yang kasar dan keras.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Mengapa kita harus menjaga keluarga? Jawabannya yaitu:

  1. Tanggung Jawab: Setiap pemimpin (ayah/ibu) akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
  2. Anak/Keluarga sebagai Fitnah: Bisa menjadi penolong atau penuntut di akhirat.
  3. Cinta Sejati: Menyelamatkan keluarga bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.

Strategi menjaga diri dan keluarga yaitu:

  1. Bekali dengan Ilmu Agama: Mengajarkan tauhid, fiqih ibadah (wudhu, salat), dan Al-Qur’an sejak dini.
  2. Pendidikan Adab & Akhlak: Menanamkan adab kepada Allah, orang tua, dan sesama.
  3. Perintah Salat: Tegas dalam menegakkan salat 5 waktu di rumah.
  4. Ciptakan Lingkungan Kondusif: Memilih sekolah/lingkungan pergaulan yang baik.
  5. Mencegah Maksiat: Menjauhkan keluarga dari tontonan/aktivitas yang diharamkan.

Beberapa contoh dalam kehidupan keluarga untuk menjadi program peningkatan keimanan dan ketaqwaan :

  1. Membangunkan anak untuk salat Subuh.
  2. Mengadakan taklim (pengajian) keluarga di rumah.
  3. Memberi contoh langsung (uswah hasanah) dalam perilaku sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *