Cileungsi – Komitmen untuk mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan cinta tanah air kembali ditunjukkan oleh SMP Muhammadiyah 1 Cileungsi. Melalui agenda rutin Outdoor Learning, ratusan siswa kelas 9 diajak mengunjungi dua lokasi strategis dan sarat makna pada Senin (15/12)
Jika tahun lalu Outdoor Learning menyasar Gedung MPR/DPR dan Museum Nasional, tahun ini panitia sekolah memilih destinasi yang berbeda namun sangat relevan dengan tantangan zaman, yakni Gedung Juang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Monumen Pancasila Sakti (Lubang Buaya).
Belajar Jujur dan Berani di Gedung Juang KPK

Kunjungan pertama diawali di Gedung Juang KPK. Tujuan utama kunjungan ini adalah menanamkan sembilan nilai integritas, khususnya sikap jujur, peduli, berani, dan tanggung jawab sejak dini. Siswa diajak memahami peran KPK, strategi pemberantasan korupsi, serta mengenali perilaku koruptif yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah.
Suasana belajar menjadi sangat hidup berkat pemaparan materi dari Kak Kurnia Puspita Sari (Kak Nia) dari Direktorat Jejaring Pendidikan KPK. Tidak menggunakan metode ceramah yang kaku, Kak Nia menyajikan materi melalui media visual yang penuh warna, foto, dan pemutaran film edukasi yang sukses memancing antusiasme siswa.
Dua film edukatif menjadi sorotan utama dalam sesi ini:
-
Film Animasi Gratifikasi: Mengisahkan seorang Kepala Sekolah yang menerima gratifikasi dari kontraktor tak kompeten, mengakibatkan gedung sekolah runtuh dan memakan korban.
-
Film Pendek “HP Dinas”: Menceritakan integritas seorang ayah (Ketua RW) yang menolak meminjamkan HP dinas kepada anaknya untuk bermain game, karena fasilitas tersebut adalah amanah warga.

Film-film tersebut memberikan pesan moral yang kuat kepada para siswa bahwa amanah harus dijaga dan ketidakjujuran dapat membawa dampak fatal bagi orang lain. Sesi ini ditutup dengan tanya jawab interaktif dan kuis berhadiah yang semakin memeriahkan suasana.
Menelusuri Jejak Sejarah di Lubang Buaya
Setelah mendapatkan bekal integritas di KPK, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Di sini, siswa diajak merenungi kembali sejarah kelam peristiwa G30S/PKI dan pengorbanan para Pahlawan Revolusi.
Dipandu oleh edukator museum, Ibu Retno dan Bapak Ahmad, siswa dibagi menjadi dua kelompok untuk berkeliling area monumen. Suasana hening dan khidmat terasa saat siswa melihat langsung saksi bisu sejarah, antara lain:
-
Kendaraan pengangkut jenazah Jenderal Ahmad Yani.
-
Rumah penyiksaan dan Pos Komando PKI.
-
Dapur umum yang digunakan saat peristiwa pemberontakan.
-
Sumur Maut Lubang Buaya, tempat pembuangan jenazah para Jenderal.
Puncak kegiatan di lokasi ini adalah pemutaran film dokumenter singkat mengenai tragedi penculikan para Jenderal. Visualisasi nyata dari kekejaman masa lalu tersebut diharapkan mampu menggugah emosi siswa untuk lebih mencintai tanah air dan menjaga persatuan bangsa agar tragedi serupa tidak terulang kembali.


Melalui Outdoor Learning kali ini, SMP Muhammadiyah 1 Cileungsi berharap para siswa tidak hanya membawa pulang kenangan perjalanan, tetapi juga nilai-nilai luhur integritas anti-korupsi dan semangat patriotisme yang akan mereka pegang teguh di masa depan.