Cileungsi — SMK Muhammadiyah 1 Cileungsi menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran dengan mengutus jajaran pimpinan sekolah untuk mengikuti Workshop Implementasi Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cileungsi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di SMK Muhammadiyah 4 Cileungsi.

Kepala sekolah SMK Muhammadiyah 1 Cileungsi Nasihin hadir Dalam kegiatan tersebut, di damping oleh wakil kepala sekolah, yakni Wakil Kepala Bidang Kurikulum Ibu Fithri Nurjanah, Wakil Kepala Bidang Hubungan Industri Ibu Rahmawati, Wakil Kepala Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Bapak Yono Abdul Basit, serta Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Bapak Yudianto. Kehadiran tim manajemen sekolah ini menjadi wujud keseriusan dalam mengimplementasikan kebijakan kokurikuler yang selaras dengan konsep pembelajaran mendalam di lingkungan Perguruan Muhammadiyah.

Workshop diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembelajaran tahsin Al-Qur’an Surah Al-Kafirun, pembukaan, serta kultum bertema “Guru sebagai Teladan: Membumikan Adab sebelum Menyampaikan Ilmu” yang disampaikan oleh Drs. Sarfian Efendi. Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa nilai adab sebelum ilmu merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan. Adab tidak hanya menjadi pelengkap pembelajaran, tetapi merupakan ruh yang harus mendahului penyampaian ilmu pengetahuan. Tanpa adab, ilmu berpotensi kehilangan makna dan keberkahannya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk membumikan prinsip adab sebelum ilmu di lingkungan pendidikan, peran guru sangatlah sentral. Keikhlasan disebut sebagai modal utama seorang pendidik dalam menjalankan amanah. Dengan keikhlasan, proses mendidik tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan kepribadian peserta didik.

Selain itu, guru dituntut untuk membimbing peserta didik dengan penuh kesabaran serta memahami karakter dan potensi masing-masing. Dalam menghadapi kesalahan, guru diharapkan mampu menegur dengan hikmah, mengedepankan pendekatan yang mendidik dan menenangkan, bukan dengan kemarahan atau hukuman semata. Keteladanan menjadi metode pendidikan paling efektif, karena peserta didik belajar bukan hanya dari apa yang diajarkan, tetapi juga dari apa yang dicontohkan.

Sesi inti workshop dipandu oleh Namin AB selaku Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Cileungsi. Pada sesi ini, Namin AB membahas secara komprehensif konsep serta strategi implementasi kokurikuler dalam pembelajaran mendalam di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Selain pemaparan materi, para peserta diarahkan untuk menyusun program dan jadwal kokurikuler sesuai dengan kondisi serta kebutuhan sekolah masing-masing. Pada sesi pemaparan rencana implementasi, setiap perwakilan sekolah diberikan kesempatan untuk menyampaikan rancangan program kokurikuler yang akan diterapkan, sehingga tercipta ruang berbagi praktik baik antar sekolah.

Melalui keikutsertaan dalam workshop ini, SMK Muhammadiyah 1 Cileungsi berharap dapat memperkuat integrasi kegiatan kokurikuler sebagai bagian dari pembelajaran yang holistik, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, guna mencetak lulusan yang unggul secara akademik, spiritual, dan sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *