Cileungsi,
Suasana khidmat menyelimuti Masjid Baiturrahim di kampus B Perguruan Muhammadiyah Cileungsi, SD Muhammadiyah 1 Cileungsi sejak fajar menyingsing pada Senin (21/4). Sebanyak 69 peserta didik kelas 6 mengikuti kegiatan Dauroh Quran sebagai bagian dari program unggulan sekolah menjelang kelulusan.
Dengan mengusung tema “Aku Bangga menjadi Penghafal Al Qur’an”, kegiatan ini menargetkan hafalab yang cukup menantang namun mulia yakni menuntaskan setoran hafalan Al Qur’an Juz 28, 29 dan 30.

Berbeda dengan kegiatan belajar-mengajar biasa, Dauroh Quran ini menerapkan metode karantina. Peserta didik difokuskan sepenuhnya pada interaksi bersama Al-Quran. Bekerja sama dengan lembaga Tahfidz yang kredibel dan terpercaya menghadirkan musyrif musyrifah pembimbing Al Qur’an yang siap menjadi pendamping selama kegiatan Dauroh berlangsung.
Lembaga El Tahfidz Indonesia dan Rumah Tahfidz Ummu Khadijah menjadi pilihan sekolah untuk memonitoring peserta Dauroh Al Qur’an tahun ini. Diawali dengan motivasi Al Qur’an yang diisi oleh Al Hafidz dari El Tahfidz, peserta tampak antusias dan serius menyimak setiap nasihat yang disampaikan.
Peserta kemudian dibagi menjadi delapan halaqah yang terdiri dari 8 sampai 9 siswa dengan masing masing satu musyrif musyrifah pembimbing. Suasana Dauroh terasa semakin riuh dengan lantunan ayat ayat Al Qur’an yang terus terdengar di seantero ruangan.
Kepala Sekolah Ustadzah Catur Sri Rahayuningsih, S.Pd berpesan beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali spiritualitas siswa sebelum mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Kami ingin para siswa tidak hanya lulus dengan nilai akademik yang baik, tetapi juga memiliki kedekatan hati dengan Al-Quran. Target 2 juz ini adalah bentuk ikhtiar kita untuk menanamkan kedisiplinan dan rasa cinta pada ayat ayat Al Quran,” ujarnya.

Meski jadwal tergolong padat, para siswa tampak antusias. Beberapa peserta mengaku sempat merasa berat dengan target yang diberikan. Namun, suasana kebersamaan bersama teman-temannya membuatnya semakin semangat.
“Awalnya mengira bakal capek, tapi ternyata seru karena kita saling menyimak hafalan teman. Rasanya senang sekali kalau sudah berhasil setoran satu surat dengan lancar.” ujar salah satu peserta
Dua hari menjadi kesempatan yang mulia bagi seluruh peserta. Bahkan ada beberapa peserta yang menyelesaikan setoran 2 juz dalam satu hari. Namun ada pula yang harus tertatih dalam proses Dauroh tetapi terus semangat menyetorkan hafalannya. Mereka semua memiliki satu tujuan mulia yakni keridhoan Allah SWT. Mahkota cahaya yang diharapkan mampu mereka sematkan untuk orang tua tercinta kelak di hadapan Allah SWT.
M.E.R